Jumat, 28 Oktober 2016

MEMPERBAIKI SETTING ULANG PC KONEKSI JARINGAN

Melakukan Perbaikan Dan Atau Setting Ulang PC Koneksi Jaringan

Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah
Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Pada pembahasan berikut akan membahas tentang persiapan perbaikan konektiftas pada jaringan dengan topologi Bus dan Star. Alasan pembahasan hanya pada jaringan dengan topologi Bus dan Star karena kedua jaringan paling bayak digunakan.
1. Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus
Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node.
Karakteristik topologi Bus adalah:
  • merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
  • Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
  • Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi
    collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
  • Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah
    satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti
  • Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan
  • dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal.
Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:
a) Kartu Jaringan  (Network Interface Card/ LAN Card)
Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA.
b) Kabel dan konektor
Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut.
Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.
Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap.
Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni:
  • Konektor BNC Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial.
  • TerminatorBNC Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.
  • TBNC Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan.
2. Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star
Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.
Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Panjang kabel tidak harus sesuai (matching). Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum konduksi, namun semua itu bisa diabaikan.
Karateristik topologi Star adalah:
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
  • Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
  • Keunggulan jika  terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain
  • Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP.
Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:
1. Kartu Jaringan  (Network Interface Card/ LAN Card)
Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI.
2. Kabel dan Konektor
Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m. Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orangeputih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biruputih biru).
Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools.
Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC
Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti.
Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama.
Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:
1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard
Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP.
2) Pemasangan Kabel pada Konektor
  • Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
    Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC  harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.
  • Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45
    Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45.
Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:
1. Kabel Lurus (Straight Cable)
Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.
2. Kabel Silang (Crossover Cable)
Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data.  Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub.
3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan
  • Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus
    Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
  • Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star
    Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.
4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup.
Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara:
a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card)
Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara:
Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel
b) Pemilihan Protocol
Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card)  dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut:
c) Pengisian IP Address dan Subnetmask
IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama.
Kelas Alamat IP Address
IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikijaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyKelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan. Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:
  • Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan
  • Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet.
d) Pemilihan Workgroup
Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut.
Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC
Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni:
1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
2) Pengujian konektifitas jaringan
3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah
dilakukan
Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:
A. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:
a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak
b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,
c) Pemasangan konektor tidak longgar
d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.
Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.
B. Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju.
Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.
Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.
Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.
Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL  (IP Configuration)
IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan  pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE.
Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :
a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7
b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.
c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73
d) IP Addres adalah 10.1.1.7
e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi.
Perintah ping  untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke  IP Address telah berjalan dengan baik.
Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal).
Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya.
Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki.
Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan  lalu klik sharing.
Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak.
Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki.

MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PC YANG TERSAMBUNG JARINGAN LAN

MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN PC YANG TERSAMBUNG JARINGAN LAN

Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan
merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh administrator
jaringan. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian dan kesabaran yang
tinggi agar di dapat hasil yang baik.
Jaringan komputer sangat rawan terhadap ganguan atau kerusakan
dikarenakan banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan terjadi
ganguan atau kerusakan pada jaringan tersebut. Faktor-faktor yang
dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:

1. Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan
disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak. Korosi yang terjadi
dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab dan juga
pemakaian yang suah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang
berkala.
Dalam sistem jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan yang
menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu disebut
jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita artikan
sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat
meyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak
bekerja sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga
jaringan dapat bekerja dengan baik dan kembali normal. Istilah Down
dalam jaringan komputer LAN berbeda dengan Down pada jaringan
Warnet (warung Internet). Down pada jaringan LAN disebabkan sistem
dalam jaringan LAN tersbut atau karena tidak berfungsinya peralatan
maupun komponen dalam jaringan LAN tersebut. Down pada Warnet
disebabkan oleh banyak sekali faktor diantaranya pengaruh dari
jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari Provider (jasa pelayanan
akses internet) yang mengalami gangguan dan bisa juga dari line
telphon yang penuh sehingga menyebabkan akses ke internet tidak
dapat dilakukan
Down dalam jaringan LAN lebih mudah penanganannya apabila
dibandingkan dengan Down pada Warnet. Down dalam jaringan LAN
lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi melalui indikator-
indikator yang dapat kita lihat.
Indikator-indikator tersebut memberikan isarat jika terjadi kerusakan
atau tidak berfungsinya komponen. Indikasi kerusakan pada masing
masing komponen dapat diuraikan sebagai berikut:

a) Server
Server adalah komputer yang biasanya dikhususkan untuk
penyimpanan data atau system operasi berbasis network (Network
Operating System), berisikan daftar user yang diperbolehkan
masuk ke server tersebut. Jadi apabila komputer server mengalami
kerusakan atau gangguan secara otomatis seluruh jaringan tidak
berfungsi karena server merupakan pintu masuk dan sebagai pusat
jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan tidak dapat
berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada server.
Jadi Fungsi komputer Server adalah sebagai pusat data sebagai pintu masuk kedalam sistem jaringan dan berisikan daftar user yang diperbolehkan masuk ke server atau kedalam sistem jaringan tersebut.
b) Workstation
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa sharing data, sharing printer dan sebagainya. Apabila terjadi kerusakan pada komputer workstation berarti komputer yang digunakan tidak dapat masuk dalam jaringan sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan komputer server maupun komputer lain dalam jaringan tersebut.
Jadi Komputer client berfungsi memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat berupa sharing data, sharing printer dan sebagainya.

c. Hub/switch
Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi
kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan
berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk
berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation
dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat
pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing
masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch
mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada
lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan
bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau
ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
Hub/switch berfungsi sebagai terminal atau pembagi sinyal data bagi kartu jaringan (Network Card).
d) Kabel dan konektor
Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara
komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang
digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk
membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:
· Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST. Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan
· Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45. Gangguan atau
kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar), susunan pengkabelan yang salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada Hub/switch. Jaringan menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasang secara paralel dengan menggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi gangguan hanya pada workstation yang kabelnya mengalami gangguan saja
· Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC. Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor pada terminating conector. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar komputer berhenti.
e) Kartu jaringan NIC
Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada sebuah komputer server maupun client berfungsi sebagai media untuk penghubung sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan
e) Kartu jaringan NIC
Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada sebuah komputer server maupun client berfungsi sebagai media untuk penghubung sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan

2) Topologi fisik jaringan yang digunakan beserta keuntungan dan kerugiannya adalah:
a) Topologi Bus atau Linier
Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial
dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm
pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel
yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat
node-node.
Keuntungannya adalah biaya yang murah, instalasi sederhana.
Tidak memerlukan Hub/Switch.
19
Kerugiannya adalah karena sinyal 2 arah dengan satu kabel
kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya
data)sangat besar, jika terjadi putus atau longgar pada salah
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti,
pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama
karena harus dilakukan satu persatu.

b) Topologi Ring
Adalah topoligi fisik yang tertutup sehingga informasi dan data
disalurkan dalam satu arah yang membentuh lingkaran
tertutup
sehingga mengesankan cincin tanpa ujung.
Keuntungannya adalah: layout instalasi yang sederhana, Tidak
memerlukan Hub/Switch, tidak terjadi collision (tabrakan data
atau tercampurnya data).
Kerugiannya adalah: Jika terjadi putus atau longgar pada salah
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti,
pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama
karena harus dilakukan satu persatu.

c) Topologi Star
Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node
pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node
pusat baru menuju ke node tujuan.
Keuntungan: jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika
terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya node
tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.
Kerugian: memerlukan biaya tambahan karena membutuhkan
Hub/switch sebagai pusat node (node sentral)

d) Topologi Hybrid
Topologi Hybrid merupakan gabungan atau kombinasi dari dua
atau lebih topologi jaringan lainnya. Topologi Hybrid sering juga
disebut Tree topology.
Keuntungan dan keruguan adalah sama dengan jenis topologi
yang digunakan dari masing-masing gabungan topologi
tersebut.

Mendiagnosis Jaringan LAN

Mendiagnosis Jaringan LAN
Mendiagnosis permasalahan pengoperasian pc yang tersambung jaringan LAN
Tips Mengatasi Permasalahan pada Jaringan LAN -
. Permasalahan pada jaringan LAN memang menjadi permasalahan umum terutama bagi jaringan, terutama pada warnet, office dan lain sebagainya. Bagi anda yang bukan seorang IT pasti akan sulit untuk mengidentifikasi permasalahan pada jaringan LAN, namun dengan adanya informasi pada blog ini, sobat akan sedikit mengetahui permasalahan umumnya. Langsung saja kita bahas.
Troubleshooting jaringan merupakan area lokal yang berarti mengidentifikasi dan menghapus masalah jaringan untuk mendapatkan kinerja yang optimal. Untuk memecahkan masalah di jaringan LAN, penting untuk memonitor LAN untuk mengidentifikasi masalah. LAN pemantauan dapat dicapai dengan komputer manajemen jaringan atau sniffer jaringan umum. Protokol Analyzer menyediakan berbagai LAN solusi pemecahan masalah melalui jaringan TCP / IP dan lain sebagainya.
Pemecahan masalah LAN / TCP / IP  sering bisa rumit dan skenario pemecahan masalah nya termasuk menemukan alamat IP duplikat pada komputer jaringan, aplikasi jaringan terkonfigurasi, non-dioptimalkan perangkat jaringan, kinerja pelayanan rendah, masalah kabel, LAN card rusak dan switch jaringan, virus dan serangan spyware, firewall konfigurasi, masalah keamanan, permasalahan DNS / DHCP , pengaturan server proxy dan overloading dari server jaringan dengan jumlah aplikasi perangkat lunak dan lain sebagainya.
Permasalahan di Jaringan Local Area Network dapat terangsang oleh sejumlah alasan sebagaimana disebutkan di atas. Menjadi seorang administrator LAN / Jaringan itu merupakan tanggung jawab Anda bahwa Anda sangat menyadari infrastruktur LAN Anda, hardware network, software, hak akses pengguna dan preferensi dan konfigurasi utama dari jaringan. Praktek terbaik adalah membuat inventarisasi semua sumber daya dari LAN Anda seperti jumlah workstation, perangkat lunak yang diinstal dan hardware jaringan.
Berikut ini tips yang mungkin berguna dalam menganalisa dan troubleshooting masalah yang paling umum pada LAN Anda. Setiap kali Anda menghadapi masalah konektivitas, masalah keamanan dan masalah performa  berikut sangat membantu dalam mendiagnosis troubleshootin :
Masalah Konektivitas :
  • Hal pertama untuk memeriksa untuk memastikan bahwa Anda memiliki alamat IP kelas yang sama dan subnet mask yang terkait dalam semua komputer di LAN Anda.
  • Pastikan bahwa sobat telah memberikan alamat gateway yang akurat pada semua komputer.
  • Pastikan bahwa semua kabel jaringan terpasang erat di kedua ujungnya yaitu salah satu ujungnya di Switch Hub / dan satu di LAN card.
  • Pastikan bahwa lampu Switch Hub / dan kartu LAN ON dan bekerja.
  • Jika Anda berada di balik proxy server dan menghadapi masalah konektivitas internet, pastikan bahwa Anda telah memberikan pengaturan server proxy akurat di komputer klien.
  • Periksa pengaturan firewall Anda dan pastikan bahwa firewall tidak memblokir lalu lintas masuk dan keluar.
  • Gunakan perintah PING pada prompt umum untuk memverifikasi konektivitas dengan komputer lainnya..
Contoh
Pada perintah command prompt
  • Ping 100.100.100.1 kemudian tekan enter (100.100.100.1 adalah alamat IP dari komputer lain)
  • Jika masalah konektivitas dengan komputer tertentu, instal ulang driver dari adapter NIC dan jika masalahnya masih ada kemudian mengubah adaptor NIC dan mengkonfigurasi ulang.
  • Jika masalah konektivitas masih belum diselesaikan kemudian memeriksa kabel jaringan dari komputer ke HUB / Switch
Masalah Keamanan
Masalah keamanan adalah lebih mungkin terjadi di LAN jika tidak ada mekanisme keamanan yang tepat, kebijakan, program antivirus dan metode keamanan telah dilaksanakan.
  • Instal update antivirus dan program anti spyware dan secara teratur memindai server jaringan Anda semua komputer dalam jaringan.
  • Dalam aplikasi server blok proxy yang terkenal yang menyebabkan masalah keamanan di jaringan dan menentukan aturan akses internet yang spesifik untuk pengguna.
  • Gunakan password yang kuat, metode enkripsi dan membatasi akses ke sumber daya jaringan.
  • Aktifkan logging pada semua komputer jaringan dan mesin server.
  • Menerapkan kebijakan keamanan.
  • Update sistem operasi dan menginstal paket layanan terbaru dan patch keamanan.
  • Bersihkan registri komputer dengan software registry cleaner yang baik Windows. Sebuah registri yang dioptimalkan bebas dari kesalahan diperlukan untuk kelancaran fungsi komputer.
  • Menerapkan firewall pada komputer gateway dan akan menyimpan komputer Anda dari akses internal dan eksternal yang tidak sah.
Tips di atas pasti akan membantu Anda dalam menyelesaikan masalah keamanan terkait di LAN Anda.
Permasalahan Kinerja :
 
Masalah kinerja dalam jaringan terjadi dengan aplikasi berat diinstal, kesalahan registri Windows, antivirus dan anti spyware sistem bebas, perangkat keras rendah atau rusak, memori fisik yang rendah, cara pintas yang tidak perlu jaringan, akses simultan ke server untuk sumber daya yang sama dan dalam unmanaged lingkungan jaringan.
  • Membagi jaringan dalam subnet sangat membantu dalam load balancing dan meningkatkan kinerja.
  • Hapus cara pintas jaringan yang tidak perlu dan akan meningkatkan kecepatan browsing jaringan.
  • Menghapus cookie, sejarah browser dan file-file sementara lainnya.
  • Meningkatkan memori fisik (RAM)
  • Uninstall aplikasi perangkat lunak yang tidak perlu dari komputer.
  • Secara terpisah mengkonfigurasi server proxy, server File, Print server dan komputer Gateway untuk menempatkan beban minimum pada setiap server.
  • Instal LAN card yang mendukung 10/100 Mbps kecepatan dan menggunakan switch bukan hub di LAN.

Minggu, 29 Mei 2016

Sharing Data dan Sharing Printer dengan Jaringan Ad Hoc pada Windows 7 .




A.   Sekilas Mengenai Materi
     Wireless LAN merupakan jaringan komputer lokal yang menggunakan media transfer data tanpa kabel. Wireless LAN ini sama halnya seperti ethernet tanpa kabel dimana user berhubungan dengan server melalui modem radio.Salah satu satu bentuk modem radio adalah PC Card yang digunakan untuk laptop. Kecepatan komunikasi wireless LAN ini dapat mencapai 3 MBps.
Wireless merupakan teknologi yang bertujuan untuk menggantikan kabel yang menghubungkan terminal komputer dengan jaringan, dengan begitu computer dapat berpindah dengan bebas dan tetap dapat berkomunikasi dalam jaringan dengan kecepatan transmisi yang memadai.

Jaringan wireless mempunyai 2 mode yang dapat digunakan yaitu:
1.      Komunikasi infrastruktur adalah komunikasi antar masing-masing PC melalui sebuah Access Point pada WLAN atau LAN.
2.      Ad Hoc: Komunikasi secara langsung melalui masing-masing computer dengan menggunakan piranti wireless tanpa melibatkan node perantara seperti access point.
Keuntungan Ad Hoc:
a.          Tidak memerlukan dukungan backbone infrastruktur sehingga mudah diimplementasikan dan sangat berguna ketika infrastruktur tidak ada atau pun tidak berfungsi lagi.
b.         Mobile node yang selalu bergerak (mobility) dapat mengakses informasi secara real time ketika berhubungan dengan mobile node lain, sehingga pertukaran data dan pengambilan keputusan dapat segera dilaksanakan.
c.          Fleksibel terhadap suatu keperluan tertentu karena jaringan ini memang bersifat sementara.
d.         Dapat direkonfigurasi dalam beragam topologi baik untuk jumlah user kecil hingga banyak sesuai dengan aplikasi dan instalasi (scalability).
Kerugian Ad Hoc:
a.       Packet loss (rugi-rugi paket) akan terjadi bila transmisi mengalami
kesalahan (error).
b.      Seringkali terjadi disconnection, karena tidak selalu berada dalam area cakupan.
c.       Bandwidth (Ruang lingkup) komunikasi yang terbatas.
d.      Lifetime baterai yang singkat.
e.       Jaringan ad hoc sudah aktif tetapi tidak bisa mengaktifkan ke internet. 
Sharing
Sharing merupakan salah satu fasilitas dalam jaringan yang sangat membantu dalam pengoperasian jaringan. Selain itu sharing juga merupakan fasilitas yang memungkinkan pengguna untuk berbagi pakai dengan pengguna lain, Sehingga lebih efisien dan efektif, apalagi sharing ini dilakukan dengan menggunakan jaringan Ad Hoc wireless tanpa memerlukan kabel dan perantara tambahan.

B.  Alat dan Bahan
Untuk melakukan sharing printer menggunakan wireless ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:
Hardware
1.        2 Laptop atau notebook yang system operasinya windows 7, yang salah satunya sudah terinstall driver printer yang akan kita gunakan untuk sharing.
2.        Printer
Software
1.      Driver Printer
2.      Sistem Operasi Windows 7

C.     Langkah Kerja
# Setting IP Address dan Jaringan Wireless
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxCqk_Umy2_6ZlYrC9X7iaRpqClABR0CzoIw-8CPgOYfUwPTjLFdL8nrKkRwlB9ir6JXtMwLNzMNFaYOMV6xW1jiagKSsAgpczkUsI0g6B97jo_fcm2LdwBLuyGyw2a1DgIiKQ7EaDRPPT/s1600/1.jpg
            Untuk mengkoneksikan kedua laptop ini, penulis memanfaatkan fasilitas Wifi atau Wireless-nya, bukan menggunakan kabel karena tidak  praktis. Laptop A kita setting sebagai Access Point, atau istilah umumnya Pemancar. Sementara laptop B atau laptop lainnya jika ada, sebagai penerima. Model koneksi ini biasa disebut Ad-hoc Connection.
Tahap pertama setting terlebih dahulu pada laptop A, dengan cara sebagai berikut:
     1.    Pastikan fasilitas Wifi laptop A dalam keadaan Enable atau On. 
     2.    Klik menu Start >> Control Panel.  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4Uev-hbLQGqS4rpcolGe3nMsOqMxK261lkePOTB09m4NMWGKuA_6u6btJKNBvbYlopWhF_r4k-uzkf8vcMLiwvO9zftrqeRgk29QmImn3wMxp8SuRm9IjnwkgRGHUcCdLxLXnTwwXWC9-/s1600/2.jpg
3.   Pada halaman Control Panel, klik View network status and task.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_1a-YNWhiNJIPYkyAnTzmFsGFkTVofDe5YgH6x93LDjWc3mlEuDf-vx8dS1M_i6M5fQ746ttHRjUiJXQuIjfqHa7KI8v20XDQyxOdMOsZL_Oohsp-DQt_jBGxqa61EysASuj_d5al4e82/s1600/3.jpg

4.  Pada jendela sebelah kiri, klik Manage wireless network.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWescKRwRPIAcgVETPxIOqF314_SEA20HJ4HtgRLWe6zb71pGEA3gTMqnAUEEg4Lhb9tU-8y7SK1I3F5XfOYMn0B0T9YU77B0Io_jSfBTvcqUTQvkqLqen2LGKHFFrqLxbH8qi98Vy5Tva/s1600/4.jpg
5. Pada jendela manage wireless, klik Add untuk membuat jaringan wireless yang baru.
6. Pilih create an ad hoc network.   
7. Pada jendela berikutnya pilih Next.
8. Pada Network name : bebas menentukan nama network. Securiy type : ada 3 pilihan jenis keamanan jaringan pilih WEP, misalnya menggunakan nama seperti Rini. Security key : adalah kode keamanan bebas pilih kode contoh seperti 12345. Jika perlu beri tanda ceklis pada kotak save this network untuk menyimpan jaringan wifi  yang sudah di buat, kemudian pilih Next.  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnsDBK5qUpQ2aWj_xnzlSn8fWZq6ZR7c2XfEtuR3OiSMR7t_nk_GuWRcqBeUP6op7ZR4KiUEWh6rOwCH96xnJA_P05OqxnMujUphD1em3w1aA6MXpfJYL1Ovju10vZ8-JBa5V36TqWk5tt/s1600/8.jpg
9. Tunggu proses pembuatan jaringan ad hoc
10. Konfigurasi pembuatan ad hoc telah berhasil lalu klik Close.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4pHuVhLNv0ZjM2moLqYpymbSdNWS4rtJQRiruJiucKIbQmC6xYt0fe8Uo0U7ZfJ-L9sD0gSBOvOrLNfn1S66gJ8g4cul9b0f-_garaxSTrcBllsPiHXMcblEqRYc0ccd_csJnvC0ExtAK/s1600/10.jpg
11. Pada jendela Wireless yang masih terbuka, klik tombol Back To Network   and Sharing Center.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_IWD4ASpMfJYfeWJ24lPxlkidEHzA2RtwyA64MltVuEBbXJZD0eV1HnMIgVvpjGLoRO1LKr81gol44nRUzB-27QVTrkc0K_g8NtlsI8nQCCTQ2YBpAvrVfhYLWage_HelFYx6tlQo8zC9/s1600/11.jpg
12. Selanjutnya, pada jendela network sharing center, klik change advenced sharing setting.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih-pZQWoneKuG4TZso4GZQn35FyzYWHBCJomKOE6pPZ3xlvrU2bYOInkU-3bF0zoako-FJ0a5E37PUwJwARB4DF93qW6EBjb1JLkufbv59WEFFmdP9l5HvQEEC0LykxYWOEY7FvOyThZwU/s1600/12.jpg

13. Pada Jendela Advanced Sharing Setting Buat konfigurasi seperti gambar berikut :
Kemudian klik Save Changes.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWf9BaA_z9PbTXkHfbo_3HfYJ43PzItq0dqDnz2EG2YBY1om_5tZyI7oTme42vWrSasrP6tWOg8DRob4rCa7Ob15YppvcQB53I6gqad2kDk-DEi-TDrttQ1hHoYVtT9ZW1fH_eZ8i6Tshz/s1600/13.jpg
14. Kembali pada jendela netwok and sharing center, klik Windows Firewall, agar laptop lain dapat mengakses data atau printer yang telah disharingkan dari laptop A.
15.  Pada jendela windows feriwall, klik turn windows firewall on or off yang terdapat disisi sebelah kiri.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvl3xDW4bcNDMlboDjvHFeoB2WukC6vbn3UmAsWxwqYcmj6XQ8B2kptJiz4PAstCvEhtsPQ9SbHkeN2x9QtVlC-164HHyga50gxZqYcTunWbwVNYwstlBrLmgax_wiPcTxAWfchqV1eHyJ/s1600/15.jpg
16. Pada Jendela Customize Settings, pilih Opsi turn off windows feriwall (Not Recommended) pada bagian home or work dan publik network location settings, klik Ok.
17. Jika Windows Firewall off, maka tampilannya seperti berikut:


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgppUlxZJAuFa0iOr4NRdnrWABkqaCjI-CroH0J7HI1tPNWS8UEU7G3_OinGaS9-wHvBqP03fIj7M59isF2lsnsgVYYHrtYvcuwimt__4LkZ-Si7GReJLucNElqPvBJ4kHwlxSHpBw7auL/s1600/17.jpg


Tahap selanjutnya yaitu lakukan setting pada laptop B.
1.      Pastikan Wifi atau Wireless pada laptop B dalam keadaan On atau Enable.
2.      Pada ikon Wifi akan muncul jaringan Ad Hoc yang telah dibuat pada laptop A, lalu klik connect. 


3.   Kemudian muncul kotak pengisian pasword, jika sudah di isi klik ok. 


4.   Selanjutnya lakukan setting, klik Start >> Control Panel >> Network and Sharing Center >> View network status and task.

5.  Agar laptop B bisa mengakses data atau printer yang telah di sharingkan dari laptop A dan dapat saling berbagi (sharing) antara laptop satu dengan yang lain maka settingannya hampir sama seperti yang telah dijelaskan pada laptop A, yaitu :
- Pada jendela Network and Sharing Center, pilih Change advanced sharing settings.
Ada beberapa opsi pilihan dengan kategori yang berbeda, settinglah seperti pada laptop A. Lalu klik Save Changes. 

-Kembali ke jendela Network and Sharing Center, pilih Windows Firewall >> Turn Windows Firewall on or off >> ada dua opsi pilihan masing-masing pilihlah Turn off Windows Firewall (Not Recommended)

Tahap konfigurasi IP address pada laptop A dan laptop B.           Dalam kegiatan ini, penyusun akan menggunakan IP address kelas C. 
1.    Pastikan Wifi atau Wireless pada laptop B dalam keadaan On atau Enable.
2.   Pada ikon Wifi akan muncul jaringan Ad Hoc yang telah dibuat pada laptop A, lalu klik connect. 


 
3.   Kemudian muncul kotak pengisian password, jika sudah di isi klik ok.





4.  Pilih Use the following IP address, lalu isikan IP address dan subnet mask, seperti berikut :


     Pada laptop A, sebagai server (pemancar).
     Isikan IP address                                 : 192.168.10.1
     Subnet mask     : 255.255.255.0
      Pada laptop B, sebagai client.
      Isikan IP address                                : 192.168.10.2 (pada angka yang terakhir tidak boleh sama dengan server).
      Subnet mask    : 255.255.255.0 (sama dengan server).
     Lalu klik OK >> Close.
=>
Pengujian koneksi dari laptop server ke client, langkah pertama pilih start >> ketikan ping dan ketikan kembali ip address contohnya seperti ping 192.168.10.2 >> enter  jika suport maka layar monitor akan menampilkan tampilan yang memunculkan tulisan replay......